Wednesday, September 16, 2020

Materi Pembelajaran Daring Bahasa Indonesia

Kelas VII Semester 1

SMPN 9 Kota Serang

Pertemuan Ke 7

Oleh: Adis Rahmat S., M.Pd.

 

MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FANTASI YANG DIBACA/DIDENGAR

 

Cerita fantasi merupakan sebuah karya yang dibangun dalam alur penceritaan yang normal namun bersifat imajinatif dan hayal. Biasanya dalam setting, penokohan, maupun konflik tidak realistis bahkan terkesan dilebih-lebihkan dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Bila dilihat dari caranya mengungkapkan, cerita jenis ini termasuk ke dalam narasi.

Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur. Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat.

Berikut ini kegiatan yang dapat dilakukan untuk menceritakan kembali cerita jenis ini yang didengar atau dibaca. Salah satunya contoh analisis teks cerita fantasi Ruang Dimensi Alpha, sebagai berikut:

1. Menentukan Tokoh, Latar, dan Urutan Peristiwa
Uraikan struktur teks cerita fantasi Ruang Dimensi Alpha antara lain:

Struktur

Kalimat

Orientasi

“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.

Komplikasi

“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.

Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam.“Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sabahat-sahabatku.

“ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.

Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.

“Sistem oke!”

Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.

Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.

Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.

Resolusi

Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala.

“Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.

“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.


a. Urutkan kejadian yang dialami Doni pada cerita tersebut!

Tokoh

Urutan Peristiwa

Doni

1.   Doni terdampar dalam ruang dimensi alpha dan bertemu dengan manusia purba yang berwujud manusia dengan wajah setengah kera

2.  Doni memutuskan untuk mengembalikannya ke habitatnya yang asli, jika tidak manusia purba itu akan mati dalam 12 jam. Padahal jika ia tidak berhasil mengembalikannya dalam 8 jam, Doni sendirilah yang akan mati.

3.  Doni mengutak atik komputer Luminanya dengan cepat. Ia bertaruh dengan waktu. Ia harus menyelesaikan masalah yang telah dibuatnya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab.

4.  Hampir 8 jam berlalu dan manusia purba itu tetap berada di tempatnya. Nyawa Doni menjadi taruhan.

5.  Terjadi goncangan hebat dan suara teriakan yang keras sekali. Doni tiba-tiba terlempar kembali ke laboratoriumnya.

6.  Doni dikelilingi oleh sahabatnya yang bahagia bahwa ia telah kembali. Ia berhasil menyelesaikan masalahnya. Ia melihat di dalam komputernya bahwa manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Doni karena telah menyelamatkannya.


b. Proses terlemparnya Doni ke lorong dimensi Alpha
Doni ke lorong dimensi Alpha dengan cara mengotak atik komputer lumianya di lab. Doni mengklik tombol run, dan muncullah gelombang biru yang menyerupai aurora. Gelombang biru tersebut memenuhi ruangan lab tersebut. Setelah itu, terbukalah pagar asteroid yang cukup lebar dan Doni melewati itu hingga terlemparlah dia di dimensi alpha.

c.   Tokoh dan watak tokoh yang ada pada cerita

Nama Tokoh

Watak Tokoh

Bukti pada teks

Doni

Pantang menyerah, dan suka membantu.

1.     Aku terus berusaha meyakinkan sabahat-sahabatku.

2.    Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.

3.    Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.

Erza

Pemarah.

1.     “Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut.

2.    Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal.

Ardi

Pemaaf

“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat.

d.  Kelompokkan kejadian yang mungkin terjadi di dunia nyata dan mana yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata!

Mungkin terjadi dalam dunia nyata

Tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata

1.     Adanya gelombang biru yang mirip aurora.

2.    Adanya gelombang dimensi alpha

3.    Doni ahli dalam komputer dan didalam lab terdapat alat-alat canggih

1.     Adanya perpindahan manusia purba melalui lintas waktu

2.    Adanya tampilan di layar laptop yang menghubungkan dimensi waktu

3.    Terbuka pagar asteroid hanya dengan meng-klik run pada sebuah komputer.

Wednesday, September 9, 2020

 

BAB 2

MENYAMPAIKAN PIDATO PERSUASIF

 

SUB BAB PEMBAHASAN 

MENYIMPULKAN HASIL IDENTIFIKASI PIDATO PERSUASIF

 

Pidato merupakan salah satu jenis komunikasi lisan yang dilakukan oleh seseoran di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada pendengar. Untuk itu, apabila mendengarkan pidato, kamu harus mampu memahami keseluruhan isi pidato sehingga dapat menyimpulkan pesan yang terkandung dalam pidato. Pesan itu ada yang dinyatakan secara langsung. Ada pula pesan yang dinyatakan secara tidak langsung. Pesan yang dinyatakan secara lngsung, misalnya dalam bentuk ajakan, imbauan, atau perintah. Sebaliknya, pesan yang tak langsung umumnya tersirat dalam setiap pernyataan.

 

Unsur Pidato Persuasif

Menyimpulkan adalah sebuah kegiatan menalar isi dari sebuah informasi atau karya sastra. Kesimpulan dapat dibangun dengan beberapa cara mulai dari silogisme, generalisasi, modul tollens, dan lain Sebagainya.

Untuk mencapai tujuan pidato persuasif, dibutuhkan keutuhan unsur-unsur yang membentuk pidato itu sendiri. Berikut adalah unsur-unsur yang harus diperhatikan agar menciptakan pidato persuasif yang baik. Tentunya, unsur-unsur ini juga dapat dikaji jika kita ingin menyimpulkan dan mengidentifikasi pidato persuasif (reverse engineering).

1.  Pembukaan

Misalnya, apakah pidato yang kita buat memiliki pembukaan kuat yang dapat menarik perhatian pendengar? Terdapat lima aspek yang harus diperhatikan dari pembukaan:

  • Merebut perhatian

Merebut perhatian audiensi tetap harus dilakukan agar pesan yang kita sampaikan benar-benar didengar dengan seksama.

  • Hubungan dengan audiensi

Berarti menggunakan sesuatu (kisah) yang membuat audiensi terkait dan merasakan apa yang dimaksud oleh pembawa pidato (relatable).

  • Kelayakan

Tunjukkan bahwa kita sebagai pembicara pidato layak berbicara mengenai topik yang dibawakan. Beri tahu pengalaman atau kemampuan yang kita miliki dengan cara yang santun dan data nyata tanpa menjadi sombong.

  • Tujuan

Jelaskan apa yang kita harapkan setelah pidato selesai dibawakan atau dibacakan.

  • Peta jalan

Berarti memberitahukan apa sajak pokok pikiran yang akan dibawakan dalam pidato.

2.  Isi

Pastikan setiap isi terpilah sebagai pokok pikiran yang selalu disertai alasan logis, meyakinkan dan didukung oleh data yang memadai dan valid. Susun secara logis, gunakan sumber tepercaya, contoh nyata yang membuat audiensi terkait dengan kehidupan sehari-harinya (relatable).

3.  Penutup

Penutup sebaiknya dibuat dengan menarik dan mampu meninggalkan kesan, sehingga isi pidato akan diingat dengan lebih baik oleh audiensi (Kemdikbud, 2017, hlm.38).

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah pidato, antara lain:

1)    Topik pidato

2)   Permasalahan yang diuraikan dalam pidato

3)   Sebab-sebab timbulnya permasalahan, dan

4)   Solusi yang diberikan pembicara

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpulkan pesan pidato.

1)    Simpulan harus memuat seluruh pokok pidato. Hal pokok pidato merupakan isi atau materi dalam pidato

2)   Simpulan tidak menyimpang dari isi pidato

3)   Simpulan pesan pidato bukanlah ringkasan isi pidato, tetapi merupakan penafsiran pendengar terhadap apa yang ingin disampaikan oleh orator.

Agar mampu menangkap dan memahami pesan sebuah pidato, kita hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

1.     Konsentrasi. Konsentrasi pada saat mendengarkan pidato sangat diperlukan agar isi pidato dapat dipahami dengan baik.

2.    Pemahaman Materi. Pemahaman terhadap materi yang dibicarakan oleh orator akan memudahkanmu untuk menyimpulkan pesan yang disampaikan.

3.    Mendengarkan pidato secara kritis. Menyimak pidato dengan saksama akan memberikan umpan balik pidato yang didengar.

4.    Membuat Catatan Waktu Mendengarkan Pidato. Catatan-catatan yang dibuat  saat mendengarkan pidato akan membantumu untuk menyimpulkan pesan suatu pidato.

Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Pidato Persuasif :

a)    Memusatkan perhatian.

b)   Menyiapkan alat tulis (buku, pensil, dan bolpoin).

c)    Mendengarkan/membaca pidato persuasif

d)   Mencatat pokok-pokok pidato yang berupa informasi ketika sedang melihat/mendengarkan pidato.

e)   Menyimpulkan isi pidato persuasif yang didengar atau dibaca.

f)    Menuliskan simpulan pidato persuasif dalam beberapa kalimat.


Contoh Menyimpulkan hasil identifikasi pidato persuasif

     1. Tema

     2. Pembicara

     3. Waktu tayang/siar (tanggal/bulan/tahun) dan Waktu (Pukul)

     4. Bentuk sapaan yang digunakan

     5. Bentuk salam yag digunakan

     6. Rangkuman :

         a. Pendahuluan

         b. Isi

         c. Penutup

    

Contoh :

Pidato

Yang saya hormati, Pak Cicip, Daniel Kaiser ayah dari anak saya. Saya habis kata kata dan hari ini kalian kasih wejangan yang luar biasa bagi saya. Dari kemarin saya sudah berdiskusi dengan seluruh pejabat eselon kementerian. Hampir semua pejabat eselon I di sini ilmuwan, tetapi ijazah saya hanya sebatas SMP. Tetapi saya sudah berdiksui dengan semua pejabat eselon I. Semua open mind dan open welcome kepada saya. Ujungnya kita punya common sense dan logika.

Kemudian saya akui pernah ke kantor kementerian ini 15 tahun yang lalu. Sudah lama saya tidak pernah ke kantor ini dan sudah banyak berubah. Namun sekarang kita harus masukan komersialisasi untuk mensejahterakan nelayan. Jadi jika itu ada, maka ada development-nya sustain. Saya mau terus bekerja keras di awal untuk membangun sistem itu agar ke depan terpikirkan komersialisasi akan menciptakan business sense, sehingga akan ada buying commercial untuk mendapatkan profit. Kalau sudah ada profit maka bisa berkelanjutan, dan bisa merambah ke hal yang lain.

Kemudian sejak kemarin, banyak media yang panggil saya Bu menteri, Bu menteri. Siapa Bu menteri? Nama saya bukan Bu menteri, Bu Susi saya baru kenal. Tetapi saya ingin kerja dan saya tidak mau diganggu lagi sama media. Saya ingin hari ini wawancara terakhir saya. Saya ini selebritis atau menteri KKP ya. Di sini ada Pak Menko, Pak Menko saya jadi nggak bisa kerja saya (diganggu media).

Pak Cicip yang saya hormati, saya mengambil pekerjaan ini tidak untuk kaya dan menjadi saya hebat, saya terima pekerjaan ini karena pengalaman 33 tahun saya di sektor perikanan dan 10 tahun di penerbangan bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri, membangun ekonomi mandiri, membangun kebanggaan diri sendiri. Kangan sampai laut kita yang besarnya 70% atau 5 kali lebih besar laut kita dari Thailand, dan beribu-ribu kali lipat dengan Malaysia tetapi angka ekspor kita kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ini jadi target kita semua.

Jadi kita siap bekerja siang malam? (Tanya Susi kepada PNS KKP). Insya allah saya ingin kita terus bekerja keras. Suasana Susi Air 2 tahun ini kerjanya bagus, saya yakin staf di KKP juga akan memberikan lingkungan yang sama kepada saya.

 

Hasil Identifikasi Pidato Persuasif:

Tema pidato                             : Visi dan misi Menteri Kelautan dan Perikanan 2014 – 2019

Pembicara                                : Susi Pudjiastuti

Waktu tayang/siar                   : 24 Oktober 2014

Bentuk sapaan yang digunakan  : Formal (saya, kita, kalian)

Bentuk salam yang digunakan    : Informal

 

Rangkuman:

Pendahuluan 

Yang saya hormati, Pak Cicip, Daniel Kaiser ayah dari anak saya. Saya habis kata-kata dan hari ini kalian kasih wejangan yang luar biasa bagi saya. Dari kemarin saya sudah berdiskusi dengan seluruh pejabat eselon I kementerian. Hampir semua pejabat eselon I di sini ilmuwan, tetapi ijazah saya hanya sebatas SMP. Tetapi saya sudah berdiksui dengan semua pejabat eselon I. Semua open mind dan open welcome kepada saya. Ujungnya kita punya common sense dan logika.

Isi 

Kemudian saya akui pernah ke kantor kementerian ini 15 tahun yang lalu. Sudah lama saya tidak pernah ke kantor ini dan sudah banyak berubah. Namun sekarang kita harus masukan komersialisasi untuk mensejahterakan nelayan. Jadi jika itu ada, maka ada development-nya sustain. Saya mau terus bekerja keras di awal untuk membangun sistem itu agar ke depan terpikirkan komersialisasi akan menciptakan business sense, sehingga akan ada buying commercial untuk mendapatkan profit. Kalau sudah ada profit maka bisa berkelanjutan, dan bisa merambah ke hal yang lain. Kemudian sejak kemarin, banyak media yang panggil saya Bu menteri, Bu menteri. Siapa Bu menteri? Nama saya bukan Bu menteri, Bu Susi saya baru kenal.

Penutup

Jadi kita siap bekerja siang malam? (Tanya Susi kepada PNS KKP). Insya allah saya ingin kita terus bekerja keras. Suasana Susi Air 2 tahun ini kerjanya bagus, saya yakin staf di KKP juga akan memberikan lingkungan yang sama kepada saya.

 

Referensi:

https://smpn2sragi.sch.id/2020/08/30/belajar-dari-rumah-bdr-minggu-ke-6-bahasa-indonesia-kelas-9a-9b/

 

 

Wednesday, September 2, 2020

MATERI PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI INFORMASI PIDATO PERSUASIF

 

Materi Pembelajaran Daring Bahasa Indonesia

Kelas IX Semester 1

SMPN 9 Kota Serang

Pertemuan Ke 5

Oleh: Adis Rahmat S., M.Pd.

 

 

BAB 2

MENYAMPAIKAN PIDATO PERSUASIF

 

SUB BAB PEMBAHASAN KE SATU

MENGIDENTIFIKASI INFORMASI TENTANG PIDATO PERSUASIF

 

A.  Pengertian Pidato Persuasif

Pidato adalah kegiatan berbicara di depan banyak orang. Seseorang berpidato untuk menyampaikan gagasan, ide, ataupun pendapatnya di depan orang lain secara lisan. Pidato persuasif adalah jenis pidato yang bertujuan untuk menarik perhatian para pendengar, memengaruhi, serta bersifat mengajak atau membujuk para pendengar agar mereka menjadi yakin dan mau mengambil tindakan bahkan melakukan sesuai dengan tujuan pidato tersebut. Isi pidato persuasif harus berlandaskan pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pidato persuasif bersifat mengajak dan menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Pidato persuasif merupakan salah satu cara efektif guna menggerakan masyarakat untuk berbuat yang lebih baik dan lebih kreatif. Seringkali pada event-event tertentu kita banyak menemui pidato persuasif yang di lakukan kepada khalayak.

Biasanya orang yang berpidato menyelipkan lelucon atau kata-kata lucu kepada audiens agar tidak merasa bosan mendengarnya. Dengan begitu informasi menjadi cair dan dapat mudah diterima oleh audiens.

 

B.  Jenis-Jenis Pidato

Berbagai bentuk pidato berdasarkan pada maksud dan tujuan penyampaian pidato. Ada sejumlah bentuk pidato. Bentuk-bentuk pidato adalah sebagai berikut.

1)  Sambutan

Sambutan merupakan jenis pidato yang dapat disampaikan secara tertulis atau lisan. Sambutan biasa disampaikan oleh orang-orang terttntu karena jabatan atau kedudukannya. Hal-hal yang biasa dikemukakan dalam sambutan adalah sebagai berikut.

a.    Pembukaan (sapaan, salam, ucapan syukur, dsb.)

b.    Ungkapan perasaan (Rasa senang, rasa hormat, ucapan, dukungan moral, dsb)

c.    Penutup (permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan salam penutup)

2)  Pidato Pemerintahan

Pidato pemerintahan adalah pidato yang berasal dari pemerintah untuk rakyat.pidato ini berisi informasi resmi menyangkut kebijakan pemerintah. Bentuknya berupa pengumuman, penjelasan, imbauan, dan pesan pemerintah.

Pidato ini harus jelas, tepat, dan pasti. Pidato pemerintahan harus demikian karena kesalahan dalam penjelasan akan berakibat fatal. Contoh: pidato kenegaraan dan pidato ibauan pemerintah.

3)  Pidato Instansi

Pidato instansi bersifat memberi penerangan, penjelasan, dan Pendidikan. Pidato ini disampaikan melalui berbagai media massa. Isi pidato harus jelas, tepat, dan pasti. Contoh dari pidato instansi adalah pidato instansi kesehatan yang memberikan penjelasan tentang penanggulangan masalah demam berdarah.

4)  Ceramah

Ceramah merupakan jenis pidato untuk menjelaskan sesuatu di hadapan pendengar. Ada juga ceramah yang diselingi sesi tanya jawab antara pendengar dengan penceramah. Masalah yang disampaikan dalam ceramah bersifat umum. Contoh ceramah antara lain ceramah keagamaan, ceramah kesehatan, dan ceramah politik.

 

C.  Metode Pidato

Berdasarkan metodeya, pidato dapat dibagi menjadi empat macam. Metode dalam berpidato adalah sebagai berikut!

1)    Pidato Memoriter

Seseorang yang berpidato dengan cara menghafal menuliskan pidatonya terlebih dahulu kemudian dihafalkan sampai kalimatnya sesuai dengan catatan. Pidato jenis ini digunakan oleh orang yang baru belajar berpidato.

2)   Pidato Manuskrip

Seseorang yang berpidato menggunakan metode menuskrip membawa naskah. Naskah tersebut dibaca seutuhnya. Jenis pidato menggunakan metode ini  sering digunakan oleh para pejabat pada acara resmi.

3)   Pidato Impromptu

Pidato impromptu digunakan pada acara tidak resmi dan bersifat dadakan. Pembicara dalam pidato impromptu ditunjuk secara mendadak. Pembicara yang ditunjuk biasanya sosok yang dianggap tepat dalam memberikan sepatah dua patah kata dalam suatu acara. Jadi, pembicara tidak memerlukan persiapan khusus.

4)   Pidato Ekstemporan

Pembicara pada pidato ekstemporan membawa catatan kecil. Catatan tersebut digunakan sebagai pengingat urutan isi yang akan disampaikan. Catatan tersebut hanya berisi garis besar dari isi pidato. Pidato jenis ini biasanya digunakan oleh pembicara yang mahir dalam menyampaikan pidato.

 

D.  Tujuan Pidato persuasi

1)    Memberikan informasi kepada pendengar

Secara umum, pidato bertujuan memberikan informasi atau keterangan kepada orang lain. Pendengar diharapkan memahami dan melaksanakan isi pidato tersebut.

2)   Meyakinkan pendengar

Berpidato bertujuan meyakinkan pendengar untuk memercayai isi pidato yang disampaikan. Oleh karena itu, isi pidato harus benar-benar meyakinkan pendengar. Setelah mendengar pidato yang disampaikan, pendengar menjadi yakin akan isi pidato yang disampaikan oleh pembicara.

3)   Menghibur pendengar

Seseorang dapat menghibur pendengar dengan cara berpidato. Berpidato untuk menghibur dilakukan dengan menyisipkan humor. Bukan sembarang humor, melainkan humor yang benar-benar menghibur.

4)   Menggerakkan pendengar

Berpidato juga bertujuan menggerakkan pendengar. Pendengar akan tergerak untuk melakukan sesuatu sesuai isi pidato yang disampaikan oleh pembicara. Salah satu tokoh yang dikenal akan keahliannya dalam menggerakkan orang lain lewat pidatonya adalah Bung Karno.

Pada pidato persuasive, pembicara lebih menekankan untuk meyakinkan dan menggerakkan  pendengar. Isi dari pidato persuasive adalah argument yang kuat untuk meyakinkan pendengar atau pembaca.

 

E.  Cara Menyampaikan Pidato Persuasif

Cara menyampaikan pidato persuasi dilakukan dengan menggunakan tiga jenis pendekatan, yaitu:

1)    Etika, bentuk penyampaian pidato persuasif dengan menggunakan pendekatan etika atau aturan-aturan yang terkait dengan norma-norma kesopanan dan budi pekerti. Pendekatan etika yang berarti menyentuh audiensi lewat nilai-nilai moral dan kebenaran yang harus ditegakkan.

2)   Emosi, adalah bentuk penyampaian pidato persuasif dengan mengedepankan pendekatan emosional, artinya orator menyampaikan pidatonya dengan melibatkan situasi emosional pendengarnya. Sentuh perasaan audiensi dengan cara membakar semangatnya atau justru membuat pendengar merasa terharu akan suatu kenyataan.

3)   Logika, bentuk penyampaian pidato persuasif dengan menggunakan pendekatan logika atau melibatkan pola piker yang rasional terhadap sebuah permasalahan yang disampaikan. Dengan kata lain memanfaatkan logika untuk memberikan efek setuju karena argumen masuk akal dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

 

F.  Persiapan Menulis Pidato

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pidato persuasif, yaitu menentukan tujuan berpidato, mengkaji tema pidato, dan memahami pemirsa atau audience dalam acara tersebut.

1.     Menentukan Tujuan Berpidato

Ketika membuat pidato, perlu memahami tujuan pidato yang akan disampaikan. Hal ini sangat penting sebagai acuan dalam memaparkan pendapat yang sejalan dengan tujuan disampaikan pidato kepada pendengar. Pidato yang memiliki tujuan yang jelas akan berfokus pada penggambaran secara pasti tentang apa saja yang diharapkan agar pendengar bereaksi sesuai pesan-pesan yang dianjurkan.

2.    Mengkaji Tema Pidato

Dalam kerangka pidato, dibutuhkan topik yang kuat sebagai acuan yang mendasari pidato tersebut. Menjadi akar dalam sebuah paragraf berarti harus memenuhi kriteria yang mampu menopang gagasan suatu pidato. Untuk itu orator perlu menguasai topik pidati yang dibuat karena merupakan akar yang menjadi pedoman kerangka sebuah teks.

3.    Memahami Pemirsa/ Audience

Memahami kemampuan pemirsa dalam pengertiannya terhadap ranah pembicaraan yang disampaikan sangatlah penting. Walaupun tujuan dan topik sudah jelas, jika tidak dapat menemui objek yang cocok sebagai pendengar maka target yang diatur tidak akan tercapai dikarenakan ketidakmampuan pendengar dalam mencerna maksud pidato itu sendiri.

 

Referensi:

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MA Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  3. https://serupa.id/pidato-persuasif-penjelasan-lengkap/

MATERI PEMBELAJARAN KELAS 9 BAB 1: MELAPORKAN HASIL PERCOBAAN

  MATERI PERTEMUAN KE 1 & 2 E-LEARNING KELAS IX MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Oleh: Adis Rahmat S., M.Pd.     bab 1  melap...